Purworejo, 16–17 Oktober 2025 — Dalam rangka melestarikan dan mengembangkan bahasa serta budaya daerah, SMP Negeri 10 Purworejo berpartisipasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) SMP Tingkat Kabupaten Purworejo Tahun 2025 yang diselenggarakan di SMP Muhammadiyah Purworejo pada 16–17 Oktober 2025.

Kegiatan FTBI merupakan ajang tahunan yang bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan sastra daerah, khususnya Bahasa Jawa, sekaligus sebagai upaya pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Kontingen SMP Negeri 10 Purworejo

SMP Negeri 10 Purworejo mengirimkan sejumlah siswa terbaik untuk mengikuti berbagai cabang lomba dalam kegiatan tersebut. Para peserta telah dibimbing secara intensif oleh para guru pembina, yaitu:

  • Ibu Sudiati, S.Pd.
  • Ibu Yutirin Yuliana, S.Pd.
  • Bapak Didy Supriyadi, S.Pd.
  • Bapak Budi Sulaiman, S.Pd.

Adapun daftar peserta kontingen SMP Negeri 10 Purworejo adalah sebagai berikut:

  • Lomba Sesorah (Pidato Bahasa Jawa): Rakaditya dan Allendra
  • Lomba Geguritan: Vicky Alfanno dan Ghaida
  • Lomba Ndagel Ijen (Dagelan Tunggal): Ardinan dan Fatma
  • Lomba Macapat: Aulia
  • Lomba Aksara Jawa: Juwita

Semangat Lestarikan Bahasa Ibu

Meskipun pada tahun ini belum berhasil meraih juara, seluruh peserta menunjukkan semangat, kreativitas, dan penampilan terbaik selama mengikuti perlombaan. Pengalaman berharga ini menjadi bekal penting bagi para siswa untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan berbahasa serta berapresiasi terhadap budaya daerah.

Kepala SMP Negeri 10 Purworejo, Ibu Kasinah, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi atas partisipasi para siswa dan kerja keras para pembina.

“Keterlibatan siswa dalam FTBI bukan semata-mata untuk meraih juara, tetapi untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa dan budaya Jawa. Ini adalah bagian dari pembentukan karakter berbudaya dan beridentitas bangsa,” ungkap beliau.

Dengan keikutsertaan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu 2025, SMP Negeri 10 Purworejo menunjukkan komitmennya untuk melestarikan bahasa daerah serta menanamkan nilai-nilai budaya lokal di kalangan generasi muda, sejalan dengan visi sekolah yang “Beriman, Berbudaya, dan Berwawasan Lingkungan.”